CUSTOMER SERVICE

 

 

Pemesanan & Pengiriman

 

Mbak Putri

Call/SMS: 081226888102

metafisika102@gmail.com

PIN BB : D72D4D26

Line ID: metafisika102

Whatsapp: 081 226 888 102

 

Hari & Jam Kerja

 

Senin-Sabtu, 08:00-16:00 WIB

Minggu & tanggal merah kami libur

Diluar jam kerja, bisa Email/SMS

 

 

Pengalihan Tugas Dewi Aura

 

Sejak 22 Februari 2017,

Ibu Nirmawati melimpahkan

tugas layanan Dewi Aura kepada

Nona Yennie Febriyana Lestari.

Informasi lengkapnya,

klik disini >>>

 

 

Senangnya Punya Banyak Teman

Kesaksian » Senangnya Punya Banyak Teman

Entahlah, selalu banyak alasan bagiku untuk tidak bergaul dengan teman-teman yang lain waktu itu. Dari kecil aku banyak menghabiskan waktu dengan bermain sendiri. Aku tidak berfikir untuk mempunyai teman lagi. Aku lebih senang menghabiskan waktu dengan ibu di rumah dari pada ikut bermain sepeda dan layang-layang di lapangan. Di sekolah, masih juga seperti itu. Aku masih suka menyendiri membaca buku di perpustakaan dari pada ngobrol dan bermain bersama teman-teman yang lain.

 

Ada alasan mengapa aku lebih senang menyendiri ketimbang bergaul dengan teman. Dahulu, teman-teman sering mengejek dan mengolok-olok aku hanya gara-gara bicaraku yang tidak lancar. Aku agak gagap dari kecil. Setia aku bermain dengan mereka, aku selalu menjadi bahan ejekan. Mungkin itulah sebab terbesar mengapa aku malas berteman dengan orang. Waktu itu, aku lebih suka berteman dengan benda-benda mati, seperti buku dan bola yang tidak mungkin mengejek dan mencemooh kekuranganku.

 

Pikiranku yang seperti itu masih terbawa sampai aku lulus SMP. Sangat sedikit aku mempunyai kawan. Itu pun tidak ada yang akrab, hanya sekedar kenal. Sebenarnya ibu dan ayah sudah menasihati aku untuk mencoba berteman dengan teman-teman sekolah yang lain. Namun saran itu selalu tidak aku lakukan. Aku masih merasa takut, minder dan masih merasa memiliki kekurangan yang memalukan. Aku juga khawatir jika aku akan dipermalukan seperti waktu kecil dulu.

 

Sampai pada kelas dua SMA, aku diberikan sebuah batu kecubung dari ibu. Ibu memerintahkan untuk selalu membawa batu itu kemana pun. Batu itu aku buat mata cincin yang aku pakai kemana pun diriku pergi. Mulai dari aku memakai batu cincin itu, seolah terdapat titik balik dalam kehidupanku. Aku lebih bisa melihat kelebihan dari pada kekuranganku. Dari situ, aku mulai mengetahui bakat-bakat yang bisa aku kembangkan secara maksimal. Dari pada aku terlarut dalam kesedihan, memang lebih mending waktu itu aku gunakan untuk mengembangkan bakatku.

 

Karena sedari kecil sudah hobi membaca dana menulis, aku pun coba membuat karya. Sebuah cerita pendek yang rencananya aku kirimkan ke sebuah media masa lokal. Beberapa kiriman, tulisanku pun dimuat. Dari situlah aku mulai mendapatkan kepercayaan diri kembali. Aku bisa lebih memperhatikan kelebihan dari pada kekurangan.

 

Mulai dari saat itu aku terus menulis. Aku sudah memiliki beberapa buku sekarang. Aku bisa lebih menghargai diriku sendiri. Aku bisa lebih mensyukuri apa yang dikaruniakan Tuhan padaku. Mulai dari pemakaian batu kecubung itu, aku tak pernah minder lagi. Aku tak pernah mempertanyakan mengapa Tuhan mentakdirkan kekurangan ini padaku. Aku hanya bersyukur dan terus berjalan ke depan.

 

Sekarang merekalah yang ingin berteman denganku. Aku sudah bisa bergaul seperti biasa. Aku sudah punya banyak teman yang bisa aku ajak sharing dan bermain bareng. Terimakasih Tuhan.

 

Krisyanto Adi

Medan     

 

DISKLAIMER

Testimoni/pernyataan diatas merupakan pengalaman dari klien kami yang telah terbukti berhasil mendapatkan manfaat dari sarana batukecubung aura. Meskipun demikian perlu anda ketahui, bahwasannya keberhasilan setiap klien berbeda-beda. Hal tersebut umum terjadi, karena tingkat kepekaan batin masing-masing klien berbeda-beda. Untuk Konsultasi atau tanya jawab lebih lanjut mengenai batu kecubung aura anda bisa menghubungi Dewi Aura Hp: 081226888108 atau email: metafisika108@gmail.com